Skip to main content

Featured

Exploring Metro Manila Begins: My First Time in the Philippines

Over the next few posts, I’ll take you on a short journey to Manila—the capital city of the Philippines. This was my very first trip to the archipelagic nation, and in keeping with my travel habit, I chose to begin with the country’s main hub before venturing to renowned island destinations like Cebu, Palawan, and Boracay in future trips. I had taken a similar approach when exploring Thailand and Malaysia, starting from their capital cities before branching out.  Many of my friends were curious about this plan, since the Philippines isn’t a typical destination for most Indonesians, who often prefer Thailand, Malaysia, Singapore, or more recently Vietnam. Yet Manila offered its own unique character, and I’ll share those impressions with you in the posts ahead. The first perception for the Philippines is that it resembles Indonesia a lot. The fact that both are two of world's the largest archipelagos makes both blessed with thousands of islands, wonderful beaches and magnificent acti...

[ID] Menelusuri Jejak Iman: Pentingnya Mengenal Sejarah Gereja dan Santo Pelindung

Mengapa Mengetahui Sejarah Gereja Itu Penting

Seorang teman baru-baru ini bertanya kepada saya, “Kenapa repot-repot belajar sejarah sebuah gereja atau santo pelindungnya? Bukankah cukup datang misa dan berdoa saja?”

Pertanyaan yang wajar. Dan itu membuat saya berhenti sejenak untuk merenungkan mengapa perjalanan ini—mengunjungi paroki, mempelajari kisahnya, dan menulis tentangnya—bermakna begitu dalam bagi saya.

Kenyataannya, setiap gereja lebih dari sekadar bangunan. Di balik setiap paroki ada puluhan tahun iman, perjuangan, dan komunitas. Saat kita mengetahui sejarah sebuah paroki—bagaimana ia didirikan, tantangan yang dihadapi, dan bagaimana ia berkembang—kita mulai melihat bahwa iman kita hari ini dibangun atas doa dan ketekunan mereka di masa lampau.

Mengenal Jejak dan Teladan Santo Pelindung Gereja

Hal ini terutama berlaku pada santo pelindung gereja. Para santo bukanlah sosok yang usang dan yang tinggal di masa lalu; mereka adalah teman seperjalanan iman kita yang memberi kita inspirasi dan rasa keterikatan. Mempelajari santo pelindung membantu kita memahami karakter spiritual paroki dan memberikan kita contoh untuk perjalanan iman pribadi.

Bagi saya pribadi, perjalanan ini telah menjadi sebuah bentuk permenungan rohani. Menulis tentang gereja dan santo-santo ini membantu saya merenungkan jalan iman saya sendiri, dan membagikannya adalah cara saya berbagi kembali. Jika ini dapat membantu setidaknya satu orang merasa lebih terhubung dengan imannya, maka itu sudah sangat berharga.

Di dunia yang bergerak cepat ini, kisah-kisah ini mengingatkan kita bahwa iman bertumbuh seiring waktu, tempat, dan komunitas. Mereka mengajak kita untuk berhenti sejenak dan mengingat, membantu kita bertumbuh bukan hanya dalam pengetahuan, tetapi juga dalam kasih.

Comments